Pengalaman Menginap di Hotel Kapsul Bandara Soekarno Hatta

Sebenarnya ini cerita lama. Karena niat ingin berbagi pengalaman, saya juga banyak ambil foto. Tapi rencana hanyalah rencana, sampai sekarang postingannya belum juga dibuat. XD

Waktu itu saya hendak kembali ke Pangkalpinang setelah bertugas ke Bali. Penerbangan saya dari Bali ke Jakarta itu malam, nyampe Jakarta ya malam dong. Nah, pesawat ke Pangkalpinang jam 10 pagi keesokan harinya. Jadi terpaksa menginap di bandara. Rencana awal mau ngemper di kursi ruang tunggu aja, tapi ternyata di Terminal 3 Ultimate ada pembersihan area (istilahnya di “clear”) jam 3 pagi kalau tidak salah, pokoknya setelah penerbangan terkahir, dan akan dibuka kembali jam 6 atau saat penerbangan pertama. Jadi tidak boleh ada siapapun di ruang tunggu. Akhirnya memutuskan menginap di hotel kapsul yang kebetulan baru buka atas saran mantan pacar.

Berbekal informasi dari internet, maka saya pun mencari dimana letak hotel itu. Setelah bingung, tanya petugas juga tidak tahu, akhirnya ketemu juga. Jadi lokasinya ada di lantai 1, di pojokan sebelah kanan gedung terminal domestik, dekat tangga. Kalau dari terminal kedatangan naik satu lantai, dan dari terminal keberangkatan turun satu lantai.

Penampakan Depan Hotel

Saat cek-in, saya disarankan untuk mengambil kamar yang satu hari, karena kalau yang 6 jam, subuh saya harus keluar. Dan ternyata saya dapat diskon. Yeay! Karena hotel baru dibuka, jadi memang ada diskon sampai akhir agustus. Setelah cek-in, saya dibantu seorang staf menuju ke kapsul. Staf tersebut juga menjelaskan tentang cara penggunaan loker dan juga kapsulnya itu sendiri. Jadi kita diberi sebuah kartu untuk membuka dan mengunci loker serta kapsulnya.


Penampakan Kapsul dari Luar (atas ); Letak Loker dan Kapsul (bawah)

Penampakan dalam loker

Fasilitas yang disediakan hotel sama seperti hotel pada umumnya. Yang paling mendasar tentunya perlengkapan mandi. Tapi, kamar mandinya ada di luar ruangan kapsul ^^’. Jadi sepertinya kamar mandi itu fasilitas dari bandaranya sendiri. Meskipun begitu, kamar mandi cukup luas dan lengkap. Kamar mandinya juga sangat bersih. Jadi kalau mau mandi sebelum tidur, kita memang harus bawa langsung baju ganti dan peralatan mandinya. Langsung ganti baju di dalam, karna di depan kamar mandi adalah lorong (tempat saya berdiri mengambil foto) jadi banyak orang lewat.


Lokasi Kamar Mandi (atas), Penampakan Dalam Kamar Mandi (bawah)

Lanjut ke dalam kapsul. Di dalam kapsul ada fasilitas televisi, colokan charger, headset, bantal, dan selimut. Oya, ada fasilitas WiFi juga disini. Ukuran kapsul hanya cukup untuk satu orang saja. Ah, sepertinya kalau orangnya lebih kurus, bisa berdua. Hehe… Lumayan cukup nyaman dengan pencahayaan (lampu) yang bisa diatur warnanya sesuai dengan mood, dan juga pendingin kapsul yang bisa diatur bukaannya.



Penampakan Dalam Kapsul

Oya, kalau keluar kapsul, jangan lupa bawa kartunya ya. Dan kalau mau cek-out, jangan lupakan koper atau barang bawaan yang ada di loker. Karena ini terjadi pada saya sendiri. Kelupaan koper masih di loker!! XD XD

Berikut ini saya coba rangkum kelebihan dan kekurangannya berdasarkan pengalaman pribadi saya ya..

Kelebihan:
  • Berada di areal di terminal, jadi kecil kemungkinan kita akan terlambat. Selain itu juga resepsionis di depan menanyakan penerbangan kita selanjutnya, jadi mereka bisa mengingatkan kita.
  • Unik. Pengalaman menginap di hotel unik yang sepertinya baru ada di Indonesia (mohon dikoreksi jika salah).
  • Tempat tidur cukup nyaman dan bersih.
  • Petugas ramah, pelayanan memuaskan.
Kekurangan:
  • Tidak kedap suara. Jadi malam itu, ada penghuni kapsul sebelah yang teleponan gitu. Dan suaranya sangat terdengar jelas. Menurut saya ini lumayan menggangu untuk yang ingin beristirahat ya.. Tapi ini sih sepertinya bukan kesalahan hotelnya ya. Jadi seharusnya sesama penghuni saling menghormati tetangga ya.. Hehe..
  • Lokasi kamar mandi yang berada di luar area hotel, sehingga kurang nyaman saat ada orang lewat di lorong dekat kamar mandi..
  • Lokasi hotel yang dipojokan, dan kurangnya tanda arah menuju hotel. Jadinya untuk orang yang baru agak sulit menemukan lokasi hotelnya. Apalagi sepertinya belum semua petugas bandara tahu tentang hotelnya.
  • No breakfast. :(
Wah, ternyata masih banyak kekurangannya ya.. Tapi mungkin sekarang sudah lebih baik, karena pengalaman saya ini sudah beberapa bulan yang lalu.




Demikian cerita pengalaman saya menginap di hotel kapsul bandara. Apakah saya masih akan menginap disana jika transit? Tentu saja. Mengesampingkan kekurangannya, hotel kapsul yang ada di bandara ini menurut saya cukup menguntungkan dari segi waktu. ^^

Menulis Sinopsis

 
 
Anyeong~

Merasa bersalah sama blog sendiri. Blog ini udah ganti domain sejak akhir Desember 2016 lalu, sekitar satu bulan lebih. Maksudnya supaya aku lebih semangat isi blognya, tapi....ternyata kesibukan membuatku menunda dan menunda menulis.

Salam dari Pangkalpinang

Assalamu'alaikum wr. wb. 

Duh, ini blog udah banyak debunya. Udah berapa lama ya engga nge-blog? Lama banget kayaknya. Hee...

Baiklah mulai sekarang mari kita ramaikan lagi blog ini.

Hari ini, saya mau cerita tentang kepindahan saya sekeluarga ke Pulau Bangka. Tepatnya ke kota Pangkalpinang.

Saya pindah kesini karena saya harus bertugas disini. Lho, koq aneh ya? Biasanya istri yang ikut suami, ini koq suami yang ikut istri? Yaa... Beginilah kami. Komitmen kami. Siapa yang lebih dulu punya kerjaan jauh, yang lain harus ikut. Dan kebetulan saya duluan yang harus keluar dari Bogor.
Setelah penantian selama 5 tahun, dan 3 kali ikut ujian CPNS Kemenhut, akhirnya bisa lolos di percobaan ketiga. Alhamdulillah...

Tepat hari Jumat yang lalu, kami sekeluarga tiba di Pangkalpinang. Setelah muter-muter cari kostan bersama rekan dari kantor, akhirnya kami memustuskan untuk tinggal tidak jauh dari kantor. Hanya sekitar 2-3 menit berjalan kaki. Memang, harga kostannya lebih mahal daripada kostan yang lain. Tapi pertimbangan kami adalah dekat dengan kantor, dan lingkungan - semoga - cukup baik untuk Mikail. Setidaknya kalau dia rewel merengek ingin ke ibunya, tidak terlalu jauh.

Pangkalpinang ternyata panas. Wiihh... Selama beberapa hari kegerahan. Tapi sekarang sedikit demi sedikit tubuh sudah beradaptasi. Tidak lagi merasakan panas yang berlebihan.

Disini biaya hidup lebih mahal daripada Bogor. Bagaimana tidak, bawang merah saja Rp. 50.000/kg. Sayuran hijau Rp. 10.000/kg. Ckckckck. Tapu meskipun mahal, lebih murah masak sendiri daripada beli di luar. Pernah syok, makan di warung biasa berdua harus bayar Rp. 45.000. Ha! Biasanya kan di warteg paling cuma Rp.20.000.

Tapi Alhamdulillah, rang sini ramah-ramah. Senyum selalu tersungging saat berpapasan di jalan. Rekan sekantor juga.

Sayangnya, angkot disini mahal. Jauh dekat tarifnya sama Rp. 5000. Jadi, sayang di ongkos kalau mau jalan ke swalayan. Hehe... Disini kebanyakan masyarakatnya menggunakan motor sebagai alat transportasi. Jadi mahal deh angkotnya. Sepertinya sih begitu.

Di Pangkalpinang ini sebenarnya semua sudah lengkap. Dekat pasar, RS, puskesmas, swalayan, karaoke, tempat wisata. Tapi sayang, tak ada bioskop disini. Bagi kami yang lebih suka hiburan nonton, jadi terasa kurang. Haha.

Apalagi ya? Untuk sekarang, cukup sekian dulu deh. Mudah-mudahan ke depannya saya lebih sering meng-update blog ini. ^^


Pengalaman Melahirkan Anak Pertama


Saya ingin berbagi pengalaman pertama kalinya menjadi ibu. Setelah menikah saya langsung dinyatakan mengandung. Proses kehamilan dijalani seperti wanita hamil pada umumnya tapi tanpa merasakan apa yang disebut-sebut orang sebagai ngidam (dalam post sebelumnya telah saya bahas mengenai ngidam).

Saat usia kandungan baru mau menginjak usia 8 bulan, pada tanggal 2 Desember 2011 tengah malam saya merasakan ada keanehan pada air urine saya. Keesokan harinya saya memerikakan diri ke bidan dan dinyatakan bahwa sudah terjadi pembukaan 1, dan saya pun dirujuk ke RS pemerintah. Singkst cerita, setelah 2 hari di RS pemerintah saya tidak ditangani, tengah malam tanggal 4 Desember 2011 saya pun pindah ke RS swasta khusus ibu dan anak dengan status “gawat janin”. Sesampainya di RS tersebutpun saya belum bisa ditangani karena saya masih dalam kondisi demam yang tidak memungkinkan untuk diakukan tindakan operasi.

Setelah diberi obat 2 kali dan menunggu sampai pagi, akhirnya tindakan pun dilakukan pada pukul 09.00 dan Alhamdulillah lahirlah putra kecil kami3 pada pukul 09.29. Perasaan campur aduk, senang, haru, sedih, tapi yang jelas plong, gak ada lagi ganjalan di hati.

Ternyata sebelum masuk ruang operasi dokter menyatakan bahwa kemungkinan hidup untuk saya dan bayi saya adalah 50:50, karena penanganan yang terlambat sejak awal. Air ketuban di dalam rahim sudah berwarna hijau dan terinfeksi bakteri. Detak jantung janin di atas normal, dan janin kekurangan oksigen di dalam rahim. Sehingga, putra saya pun harus dimasukkan ke dalam inkubator selama 12 hari dengan diberi oksigen tambahan dan di infus.

Saya memang di operasi untuk mengeluarkan bayi, tidak normal seperti kebanyakan perempuan. Tapi Alhamdulillah saya merasakan juga yang namanya mules-mules atau kontraksi sampai saya tidak kuat menahannya dan sudah tidak sadar dengan keadaan sekitar. Alhamdulillah saya merasakan perjuangan ibu saya ketika melahirkan saya dan juga perjuangan ibu-ibu lain untuk memberikan kehidupan pada anaknya. Dan proses melahirkan yang baru saya rasakan ini pun membuat saya semakin mencintai ibu saya.
Berdasarkan pengalaman yang saya alami, saya bisa mengambil hikmah dan menyarankan kepada calon ibu untuk memperhatikan beberapa hal:

  • Jaga terus kondisi badan, cek kesehatan janin setiap bulan mutlak diperlukan.
  •  Persiapkan tabungan untuk biaya melahirkan, apalagi melalui oprasi yang memerlukan banyak biaya.
  • Pilih RS yang benar-benar berkualitas, harga/biaya itu pasti sesuai dengan pelayanan. Bukan menjelekkan, tapi berdasarkan pengalaman yang saya alami, RS pemerintah sungguh mengecewakan dalam pelayanan.
  • Yang paling penting apabila air ketuban sudah merembes keluar, walaupun belum masuk waktu melahirkan, sebaiknya segera pergi ke RS untuk dilakukan tindakan. Sebab jika telat bisa membahayakan janin dan juga ibu.
Dan tak kalah pentingnya, selalu berdoa agar diberi perlindungan oleh Allah SWT dalam proses melahirkan baik secara normal maupun operasi.

Dan inilah putra pertama kami, MIKAIL RIZKI MUHARRAM HERDIANTO.


 Tatapan pertama untuk Ambu-nya ^^

Ayah a.k.a Bapak

Kali ini saya ingin membagi tentang kisah ayah saya. Melihat perjuangan ayahnya Mika a.k.a suami saya, membuat saya mengingat perjuangan ayah saya sendiri.
Ayah, yang biasa saya sebut dengan Bapak, adalah sosok yang sangat bertanggung jawab dan pekerja keras. Bapak yang berpendidikan rendah membanting tulang menafkahi anak dan istrinya, bahkan sekarang ditambah cucu. Bapak hanyalah seorang tukang tambal ban, tapi dia berhasil membuat kami tidak kelaparan.
Masih sering saya ingat, sewaktu saya kecil Bapak pernah bekerja sebagai kondektur bis waktu di desa. 

Bahkan kata Mama, Bapak pernah juga berjualan bakso. Kemudian Bapak memulai karirnya di dunia pertambalan ban ketika saya SD. Bapak bekerja di lain kecamata, karena di kampung, walaupun hanya lain kecamatan, jadi jaraknya lumayan jauh ditempuh dengan perjalanan kendaraan umum kurang lebih 4 jam, sehingga Bapak pun pulang ke rumah satu kali per 2 minggu. Setiap kali pulang, pasti saya dibawakannya oleh-oleh, jelly dan majalah anak-anak.

Tahun 1999, kami sekeluarga memutuskan untuk hijrah ke kota Bogor. Bapak yang telah meninggalkan pekerjaannya dikampung, kemudian mencari pekerjaan kesana kemari dan sempat menjadi penjual kelapa di pasar, loper Koran, bahkan menjadi “pak ogah” dipertigaan jalan. Waktu itu kondisi ekonomi keluarga sangat terpuruk, sehingga untuk makan pun, kami harus menunggu Bapak pulang di sore hari dengan membawa uang untuk membeli satu liter beras dan lauk sederhana (suka sedih kalo inget moment ini, hiks..). 

Betapa hebatnya perjuangan seorang Bapak untuk menafkahi anak dan istrinya. Sampai akhirnya Bapak menemukan tempat untuk kembali bekerja sebagai tambal ban, dan kehidupan kami berangsur-angsur membaik.

Sampai sekarang Bapak masih dengan profesinya sebagai tukang tambal ban, menafkahi istri dan memberikan jajan untuk cucu-cucunya,hehe..

Alhamdulillah, walaupun Bapak buka seorang berlimpah dengan harta, tapi beliau mampu menyekolahkan saya sampai mendapatkan gelar S1. Alhamdulillah juga saya sudah bisa sedikit memberikan kebanggaan pada Bapak. Semoga saya masih bisa memberikan kebanggaan-kebanggan lain untuk Bapak. Amin.

Ngidam versi Mumu

Ngidam. 

Hmm, apa itu ngidam?

Mungkin semua orang juga sudah tahu dengan istilah ngidam. Ngidam itu (katanya) suatu kondisi dimana seorang calon ibu menginginkan sesuatu hal dengan teramat sangat. Sesuatu hal itu berupa makanan, benda, atau malah hal lain. Misalnya memegang kepala orang botak, hehe. Ngidam itu identik dengan kata aneh. Bagaimana tidak aneh kalau tengah malam si calon ibu minta dibelikan es cendol, atau minta dibawakan mangga muda padahal belum musimnya mangga. Malah mungkin banyak yang lebih aneh dari itu. Selain aneh, ngidam juga bisa merepotkan. Kasihan dong si ayah disuruh uber sana uber sini nyari kemauan si calon ibu, soalnya kalau tidak tercapai nanti bayinya ngiler, hehe, aneh..

Saya dulu merasa aneh kalau mendengar cerita tentang calon-calon ibu yang merasakan ngidam, ngidam ini, ngidam itu. Saya pun penasaran, apakah saya akan merasakan ngidam jika kelak saya mengandung. Dan ternyata, setelah saya mengandung sampai melahirkan, surprise! Saya tidak merasakan yang namanya ngidam, malah saya jadi ragu apakah ngidam itu memang ada? Apakah ngidam itu memang hal yang lumrah?
Setelah saya renungkan baik-baik selama hamil itu, akhirnya saya menyimpulkan kalau yang namanya ngidam itu tidak ada. Ini menurut pendapat saya ya..

Yang orang-orang bilang dengan ngidam, itu hanyalah bentuk mencari perhatian dari si calon ibu. Perhatian dari orang-orang sekitar, khusunya dari suami atau si calon ayah. Kenapa si calon ibu mencari perhatian? Ya jelas dong, si calon ibu takut suaminya berpaling atau menjauh di saat perubahan besar terjadi pada tubuh istri. Dengan hamil, sudah jelas berat badan pasti membengkak, bahkan ada yang membengkak tajam (hehe,,termasuk saya). Si calon ibu pasti merasa dirinya jelek dan minder, apalagi psikologis calon ibu biasanya labil dan sangat sensitif, pengaruh dari berubahnya hormon di dalam tubuh (hormon apa ya saya lupa,hehe..).

Jadi, karena rasa sensitif itulah calon ibu akhirnya curigaan mulu sama suami. SMS gak dibalas mikir aneh-aneh, telpon gak diangkat mikir aneh-aneh, pulang ke rumah telat mikir aneh-aneh. Jadiiiiii, untuk membuktikan kesetiaan dan seberapa besarnya rasa cinta suami, adalah yang namanya ngidam itu. Kalau si suami nurutin berarti dia masih setia dan cinta, kalau si suami gak nurutin, naaahhh berarti ada tanda-tanda tuh… mungkin itu kali ya yang ada dipikiran bumil yang sedang ngidam. Hehe..

Tapi, sekali lagi, ini hanya menurut pemikiran saya lho ya.. selama saya hamil anak pertama satu setengah tahun yang lalu. Saya tidak pernah menginginkan sesuatu dengan teramat sangat, harus didapatkan, kalau tidak ada saya akan kecewa setengah mati. Tidak. Saya tidak pernah merasakan itu. Kalau menginginkan sesuatu yang wajar sih sering, misalnya pizza atau batagor dan lain-lain. Tapi saya tidak pernah merasa kecewa yang berlebihan jika memang tidak ada penjualnya, tidak ada ya sudah. Dan keinginan itu sih, memang sebelum hamil juga doyan makan, hehe..

Mungkin nanti, setelah teman-teman membaca ini, dan merenung, pasti mengerti yang saya maksud. :)

Demikianlah pendapat saya mengenai ngidam.. semoga bermanfaat..

Ramadhan 1435 H

Alhamdulillah… kita sudah sampai kembali di Bulan Ramadhan. Bulan yang penuh berkah, bulan penuh ampunan. Jika diibaratkan sebidang tanah, Bulan Ramadhan ini ibarat sebidang tanah yang sangat subur yang jika ditanami akan memperoleh keuntungan yang berlipat ganda.

Bulan Ramadhan juga memiliki beberapa keutamaan, antara lain, bulan tarbiyah untuk mencapai taqwa; bulan diturunkannya Al-quran; bulan ampunan dosa; bulan dilipat gandakannya amal sholeh; bulan sabar; bulan ditambahkannya rizki orang mukmin; bulan yang awalannya rahmat, tengahnya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari api neraka. (sumber: kemenag)

So, selamat berpuasa dan beribadah ya kawan-kawan…

Oya, ni ada jadwal imsakiyah untuk wilayah bogor. Untuk daerah lain bisa klik disini dari kemenag, tinggal pilih provinsi dan kotanya ya..

Imsakiyah-1435H-Bogor

"Jangan nangis bu.."

"Bu, sayang sama dede yah? Ibu nangis? Jangan nangis.. Dede ke rumah eyang sebentar, nanti balik lagi.. Jangan nangis ya.." ujar Mika setelah memelukku yang selesai shalat.

Andai kamu mengerti nak, bukan cuma itu yang membuat ibumu menangis..

Andai kamu bisa ibu ajak bicara..

Cepat besar ya nak..

Ibu sayang sama Mika..

Ibu gak mau kehilangan Mika..

Ibubil

Ibubil? Iya, ibu-ibu labil.. ha..

Seharian ini pasti pada nyari ya? Kenapa blog Berbagi Sinopsis tak bisa dibuka?? Banyak mention yang masuk, tapi gak aku jawab, karna aku sudah kasih pengumuman walau gak pake alasan, hehe..

Seharian ini, utak-atik template lagi. What? Perasaan baru ganti template deh. Iya, maka aku bilang, aku ini ibubil alias ibu-ibu labil. Sejak pertama ngeblog, gak pernah ngerasa puas sama template yang udah ada, maupun hasil utak atik dan donlot template gratisan.

Waktu itu, udah nemu yang pas, tapi… pengen make template yang beda dari yang lain, biar bisa dijadiin ciri khas. Tapi, template di inet kebanyakan hampir sama, jadinya pasti ada yang sama. Sebenarnya bisa jika mau template yang beda dari yang lain, tidak lain dan tidak bukan, pesan sendiri alias bayar. Tapi kocek belum sanggup, hehe..

Akhirnya di tengah kegalauan dari kemarin malam cari template dan berkali-kali ganti, otak-atik html lagi, juga dikomentarin sang kekasih. Nemu juga yang kayaknya pas banget buat aku. Eaaaa…

Suamiku tuh paling sebel kalau liat aku udah di depan laptop otak-atik template.

“Ngapain lagi sih mu?? Kalau mau ganti-ganti boleh, tapi jangan keseringan. Punya prinsip dong, cari yang ciri khasnya kamu…”

Iya iyaaaa…. Mudah-mudahan template yang ini bertahan lama.. Hehe..

Dan inilah dia penampakan Blog Berbagi Sinopsis yang terbaru:

blog berbagi

Oya, Blog Catatan Mumu juga ikutan ganti nih:

Catatan Mumu

Blog Katalog Sinopsis pun tak lupa walau linknya belum di update lagi.. >.<

Katalog Sinopsis

Takut.

Merinding, was-was, tak berani menatap, menghindar.

Hari ke-5 di Trayeman

Yup. Trayeman. Trayeman itu nama desa di Kecamatan Slawi, Tegal Jawa Tengah. Sudah lima hari ini kamu sekeluarga hijrah kesini. Entah untuk selamanya atau tidak, yang pasto sementara memang akan lama tinggal di kampung halaman si ayah ini.

Hari ini hari ke-5. Dan ada dua kejadian tak biasa yang terjadi pada Mika.

Pertama. Mika ilang! Tadi sore, Mika hilang dari pandangan dalam sekejab dari teras rumah. Dia jalan ke depan ke samping, ke dalam dan keluar rumah nyari sepupu ayahnya (berarti tantenya Mika) yang sembunyi.

Tiba-tiba pas dipanggil sama aku, tidak ada sahutan. Cari ke rumah tantenya itu juga gak ada. Liat ke ujung jalan kanan kiri, gak ada juga. Mulai ketar ketir, takutnya di jalan jauh sendirian nyari tantenya itu. Syukur-syukur memang jalan sama tantenya itu.

Dicarilah sama eyangnya ke jalan raya, dan...ketemu! Dia lagi ikut beli bubur sumsum sama tantenya itu. Ya ampun...pengen marah juga gak bisa. Akhirnya hanya bilang dan kasih pengertian sama Mika kalau mau main harus bilang Ibu. Tak lupa ngasih tau tantenya juga kalau mau ngajak main jauh dari rumah, harus kasih tahu dulu.

Fiuh.. Lega..

Btw, tantenya ini kembar, kelas 6 SD. Namanya Arum dan Ambar. Dan Mika gak bisa bedain. Karena pertama kali ketemu sama Arum, jadi dia panggil dua-duanya dengan nama Arum. Sudah dikasih tau, tetap saja manggil Ambar juga dengan nama Arum.

Kedua. Mika seperti biasa ikut shalat Magrib ke Mushola. Pas lagi berangkat, di perjalanan listrik mati. Shalat sudah dimulai, setelah jalan satu rakaat, listriknya nyala lagi. Mika kan ikut berdiri di syaf perempuan sama aku, pas sebelahan sama syaf laki-laki tapi dipisah sekat. Nah, di bagian paling depan kan masih nyambung ke syaf laki-laki. Mika yang udah seneng ikut shalawatan di mesjid pake mic sejak ikut ngaji sama Ema di Bogor, ambil mic yang tergeletak di sajadah.

Dia tes suara, "haloww". Nyala. Trus pas semuanya "Amin", dia ikutan bilang "Amin" di mic.
Ku pikir sudah segitu aja, eh taunya dia shalawatan sendiri pake mic, disaat Imam mimpin shalat dan semunya shalat. Ya Allah, ampunilah hamba yang shalatnya jadi gak khusyu gara-gara Mikail. Aku nahan tawa! Pengen batalin shalat, tapi nanggung. Akhirnya, karena Mika pasti gak berhenti kalau gak dihentikan, dan jika tidak.dihentikan bisa membuat seisi Mushola tidak khusyu, jadi akhirnya dengan terpaksa saat mau sujud aku colek Mika. Mika pun terduduk diam sampai satu setengah rakaat itu selesai.

Selesai shalat, langsung aku rangkul Mika dan kasih pengertian kalau yang dia lakukan tadi salah. Boleh shalawatan pake mic saat sebelum shalat. Kalau lagi shalat tidak boleh, dan Mika harus belajar ikut shalat.

Dan..si bapak yang bertanggung jawab dengan mic itu langsung menyimpan mic ke ruangan disamping tempat Imam sambil.cemberut.

Kayaknya, itu mic habis dipakai. Pas listrik mati, powernya masih on dan lupa di off sama bapak itu. Hingga akhirnya pas listrik nyala, mic itu masih on. Dan bergemalah suara Mika di speaker. Eyang putri yang shalat di rumah aja dengar suara Mika di mic tadi.

Bingung juga, itu salah siapa. Mika yang gak tahu aturan atau bapak itu yang khilaf belum meng-off. Tapi, karena Mika masih kecil, berarti salah bapaknya, hehe..

Sekarang, Mika nya sudah terlelap. Begitulah cerita di hari ke-5 ini. ^^

3rd Anniversary

29 April 2014

Happy Anniversary, Yeobo..

Ijinkan aku meminta maaf karena belum bisa menjadi pendamping yang sempurna. Semoga ke depannya aku bisa menjadi lebih baik. Amin. Amin. Amin.

Terima kasih sudah menjadi sosok pendamping yang sempurna untukku. Terima kasih karena kau selalu memahami dan mengerti aku.

Terima kasih atas pijitannya. Terima kasih atas masakannya. Terima kasih atas bantuan pekerjaan rumahnya. Dan yang paling penting, terima kasih atas pengertiannya pada kecintaanku terhadap K-Drama, yang suka mesem-mesem sendiri kalau lagi nonton dan liat Oppa ganteng. XD

Tetaplah mencintaiku apa adanya dan satu-satunya. Walaupun dihatiku ada banyak Oppa, tapi kau tetap yang pertama. ;p

Tahun ini menjadi tahun yang terberat untuk kita. Sabar ya Yeobo, semoga kita bisa melalui masa ini dengan baik. Amin.

Tiru Siapa?

Udah lama pengen cerita, tapi lupa terus mau nulis, sibuk nulis sinopsis, hehe…

Seperti yang mungkin sudah banyak reader tahu, kalau aku sudah mulai menyekolahkan anakku yang baru berumur 2 tahun 4 bulan. Bahkan sejak usianya 1 tahun 6 bulan. Kenapa begitu? Gak kasian kah sama anaknya? kan masih kecil…

Hmm, bisa aku bilang sih gak kasian. Kenapa? karena dia sendiri yang mau sekolah. Dia liat kakak sepupunya berangkat sekolah, dan dia pernah ikut masuk ke kelas PAUD. Di dekat rumah kan ada PAUD, kebetulan kakakku juga ngajar disitu, jadilah pernah aku ajak Mika ke sana, rupanya dia senang liat kakak-kakak yang sekolah di PAUD, makanya dia jadi suka minta sekolah. Ya… PAUD kan seperti TK, banyak mainnya, nyanyi, mungkin karena itu dia senang dan ingin terus ke sekolah.

Aku gak maksain koq, kalau dia tidak mau sekolah, ya sudah. Aku juga tahu dia masih kecil. Jadi aku ajak ke sekolah supaya dia belajar bersosialisasi.

Nah, masalah sosialisasi dan karakter teman sekolah Mika ini yang pengen aku ceritain.

Di sekolah mika, rata-rata usianya diatas 3 tahun, hanya Mika yang paling kecil. Banyak dari murid-murid itu yang mengajak Mika bermain bersama dan ikut menjaga. Tapi, tak sedikit juga yang menganggap Mika itu seumuran dengan mereka jadi suka seenaknya kalau main. Maklum, namanya juga anak-anak. Makanya, aku masih mendampingin anakku di kelas.

Ada anak yang kalau main atau bercanda itu menggunakan fisik. Dia tidak melihat di sekitarnya ada orang, atau ada anak perempuan, dia main tendang-tendang aja sesuka hatinya. Main pukul. Dan, kalau marah, atau dia tidak terima dikasari oleh teman mainnya, dia akan mengamuk. Ya, ngamuk, nendang orang, jambak rambut siapa aja yang ada di dekatnya. Huft, Mika pernah satu kali nangis karena ke senggol anak ini.

Lalu, ada lagi. Hampir sama dengan anak yang di atas tadi, bedanya dia kalau ngamuk suka nendang kursi atau meja. Bahkan pernah sekali hampir melemparkan kursi pada temannya. Astagfirulloh… Cuma bisa ngelus dada dan jauhin anakku.

Ada dua atau tiga anak lagi yang seperti itu, dan kesemuanya laki-laki. Kadang aku takut, Mika kan masih dalam tahap mempelajari sesuatu dari lingkungan, aku takut Mika niru contoh jelek itu. Naudzubillah, semoga tidak…

Yang aku bingungkan adalah, bagaimana sikap anak itu di rumah? Aku tidak mau menghakimi. Tapi karena katanya kan anak itu menitu perilaku di sekitarnya, berarti kalau ada anak yang seperti itu, dia niru siapa donk? Orang tuanya kah?

Tapi, ada juga koq anak yang baik. Banyak. Di sekolah belajar dengan baik, ngikutin semua intruksi guru dan bermain dengan tertib. Aku harap sih Mika bisa niru sikap baik ini, hehe..

Oya, ada yang lucu. Ada dua anak sepupuan, sepupu 1 itu sukanya merintah sepupu 2. Dan jika sepupu 2 tidak mau menurut, sepupu 1 akan mengancam kalau dia tidak akan mau berteman lagi dengannya. Merintah mulai buang sampah hingga mengerjakan tugas dari gurunya.

Macam-macam sekali ya sifat anak-anak. Semoga aku dan suamiku bisa mendidik dan membimbing anakku menjadi anak yang Sholeh. Amiiinn…

Hobi atau Profesi?

Udah lama banget gak update blog ini… hehe…

Kali ini, aku mau cerita tentang kegiatan yang sudah kurang lebih satu tahun ini aku jalani.

Apa itu? Nulis sinopsis drama korea.

Apaan itu? Ya… nulis sinopsis. Tepatnya menuangkan adegan di drama ke dalam tulisan.

Apa manfaatnya? Menyalurkan hobi nonton dan berbagi dengan sesama pecinta drama korea yang tidak bisa lihat videonya langsung.

Kegiatan ini di awalnya, dulu, saat masih kerja di luar kota. Kost di kawasan industri yang hidupnya ‘masing-masing’ karena sehari-harinya bekerja dari pagi sampai sore. Di kostan, cuma ada notbuk aja. Akhirnya suka beli DVD drama korea dan seringnya sih baca di internet. Agak lupa, blog siapa yang dulu sering aku kunjungin. Tapi kayaknya blog mba fanny, mba dee, dan mba tirza deh, hehe…

Setelah menikah dan tinggal di rumah, trus jauhan sama suami, di rumah bosen, akhirnya mulai mencoba nulis sinopsis. Waktu itu masih movie yang aku tulis. Satu movie, dan sangat lama aku kerjakan karena masih coba-coba aja…

Beberapa kali pernah nyoba ngelamar kerja lagi dan bisnis MLM, tapi….tidak berjalan sesuai harapan. Kenapa? Karena sepertinya aku sendiri yang kurang serius. Kenapa? Sepertinya aku udah ngerasa nyaman tinggal di rumah. XD

Kemudian, aku mulai serius bikin sinopsis drama airing (masih tayang), dan Alhamdulillah sukses. Banyak yang suka tulisanku, walaupun ada juga yang mengkritik.

Dan akhirnya kecanduan! Sensasi kejar tayang, senyum-senyum baca komentar pembaca, was-was nunggu download-an video bakal sukses atau corrupt.

Setelah itu, mulai kepikiran gimana caranya mendapatkan uang dari sana. Hmmm, karena tidak punya produk untuk dijual, jadilah pasang iklan disana. Berharap ada pembaca yang saat baca blog tertarik melihat iklannya. Ya.. itung-itung untuk beli pulsa, karena memang tidak banyak yang bisa aku dapatkan dari situ dan tidak setiap bulan bisa cair. ^^

Dan sekarang, setiap hari, pagi, siang, malam, banyak waktuku yang habis di depan notbuk. Kalau gak nulis, nonton, atau otak atik blog gak jelas. Bukan cuma saat waktu senggang, tapi setiap saat waktu diadakan untuk di depan notbuk.

Jadi, ini hobi atau profesi? Hobi iya.. Profesi? Entahlah.. ^^

Ibu, Cinta Tanpa Akhir

Minggu, 22 Desember 2013

Ibu…ibu…ibu… Apa yang ingin aku tulis tentangnya? Ibu adalah sosok yang tegar. Dalam banyaknya cobaan yang menerpa keluarga kami, Ibu masih tetap berdiri dan bertahan untuk anak-anaknya.

Apakah aku mencintainya? Ya, aku mencintainya. Sangat mencintainya. Mungkin banyak yang berkata seperti itu. Tapi, pernahkah ada yang bertanya pada dirinya sendiri, apakah dia pernah membenci ibunya? Aku pernah. Bahkan sering.

Banyak pikiran dan pendapat yang berbeda denganku yang membuatku kadang membencinya. Atau ada pula komentar pedas dari mulutnya yang membuatku sakit hati. Ibuku memang tipe orang yang bersuara keras dan langsung menegur jika kami punya kesalahan. Caranya lah yang kadang membuatku tidak suka. Aku merasa aku tidak disayangi, aku tidak dicintai.

S4020067

Tapi benarkah Ibu seperti itu, seperti apa yang aku bayangkan? Tidak. Ibu sangat menyayangiku. Sangat mencintaiku. Hanya aku yang bebal, dan kadang tidak menanggapi dengan lapang dada jika aku ditegur. Ibu sangat, sangat mencintaiku. Banyak kesalahan yang aku perbuat, membantahnya, tidak mengikuti perintahnya, dan membuat Ibu marah. Tapi beberapa saat kemudian, Ibu kembali seperti biasa. Bahkan di saat aku melakukan kesalahan terbesar dalam hidupku, hingga aku takut untuk menemuinya. Tapi ternyata, Ibu membuka tangan dan hatinya. Merangkulku dengan maafnya. Ibu sama sekali tidak memarahiku atau menghakimiku.

IMG00647-20091014-0738

Sejak saat itu, aku sadar betapa besar cintanya padaku. Mengingatkanku betapa selama hidupku, Ibu selalu berusaha mengabulkan apapun keinginanku. Bahkan Ibu rela menjual perhiasanya untuk membantu membayar biaya masuk kuliahku. Sungguh, perjuangannya begitu keras agar aku bisa kuliah seperi keinginanku. Karena melihat perjuangannya jua lah aku pun berjuang mencari beasiswa dan belajar sebaik mungkin agar mendapat nilai yang tidak mengecewakan dan bisa membanggakan untuk Ibu.

Apalagi, kemudian aku mengandung, melahirkan, dan mengasuh anakku sendiri. Aku merasakan perjuangan yang lebih besar. Rasa tidak nyaman saat mengandung. Pertaruhan nyawa saat melahirkan. Dan kejengkelan menghadapi anak, saat anak kita tidak mau menurut. Aku sadar lagi, bagaimana merepotkannya aku saat masih kecil. Tapi Ibu tetap menyayangiku. Itu pula yang aku rasakan sekarang pada anakku. Betapa aku terkadang suka kesal dibuatnya, tapi aku tetap menyayangi anakku.

IMG00033-20100910-0623

Apakah sekarang aku membencinya? Tidak. Aku sedang berusaha memahami perasaan Ibuku, berdasarkan apa yang aku rasakan pada anakku. Betapapun galaknya, cerewetnya, nyebelinnya, dia tetap ibu yang melahirkanku, mengasuhku, dan mendidikku hingga sekarang.

Ada yang bilang, kita harus menghargai dan mencintai Ibu kita. Walaupun sering berbeda pemahaman, karena begitulah orang tua. Sayangilah dia dan berbaktilah walau hanya dengan senyuman, selagi dia masih hidup. Setelah dia tidak ada, mau kemana lagi kita pulang.

Dan saat akan membuat postingan ini. Aku baru sadar, tidak banyak foto Ibu yang aku punya. Bisa dihitung jari.

DSC_0037

Kasih Ibu, kepada beta. Tak terhingga sepanjang masa. Hanya memberi, tak harap kembali. Bagai Sang Surya menyinari dunia.

“Mama.. Selamat Hari Ibu.. Maafkan anakmu ini yang belum bisa berbakti sepenuhnya kepadamu. Semoga engkau selalu diberi limpahan kesehatan oleh Allah SWT. Amin.”

“Bantal dede…!”

2013-08-19 10.01.41

Awalnya mau ngelanjut nulis sinopsis, tapi… mendengar tangisan Mikail, ada sesuatu yang ingin saya tulis dulu.

Mikail, anak saya ini, sejak lahir jarang sekali bertemu ayahnya. Biasanya sebulan sekali. Belakangan setelah ayahnya pindah kerja ke Cipanas, lumayan jadi seminggu sekali. Dan entah karena itu atau bukan, kalau ada ayah di rumah, setiap malam pasti rewel. Rewelnya apa coba?

“Bantal dede….! Guling dede….! Bantal ibu…! Guling ibu…!”

Mikail marah kalau bantal dan guling yang ada dikamar dipake ayah untuk tidur. Kasihan ayah, tapi mau gimana lagi, pastinya ngalah dong. Ayah tidur gak pake bantal, atau kalau Mikail udah tidur, baru deh pake bantal.

Tapi anehnya, kalau Mikail kebangun tengah malam, dia pasti inget sama bantal dan gulingnya itu. Marah-marah lagi lah dia. Terkadang bisa di kasih pengertian, “Ayahnya kasih pinjem bantal ibu ya?” Dia memperbolehkan, tapi seringnya sih menolak.

Saya bingung, ini memang karena jarang tidur sama ayahnya, atau karena saya yang mengajarkan “kepemilikan” sama Mikail. Dari kecil saya memang sudah mengajarkan mana yang milik dia dan mana yang bukan. Saya termasuk orang yang tidak suka barang milik saya dipakai tanpa ijin, dan saya tidak berani memakai atau meminjam barang orang lain tanpa ijin. Saya ingin menerapkan hal itu juga sama Mikail. Dengan maksud dia tidak akan mengambil barang milik orang lain tanpa ijin. Tapi, kenapa malah jadi seperti itu ya? Tapi, untuk berbagi barang lain atau makanan, dia tidak seperti itu sama ayahnya atau yang lain. Tapi kalau urusan bantal dan guling… hmmmph, seperti itulah.

Semoga semakin besar dia bisa mengerti ya..

Untitled

"..Aku takkan pernah mampu untuk berjanji
Menemani harimu hingga esok hari
Tapi jika kau terima, biarkan aku mencintaimu
Hari ini saja… dengan semua cinta yang kupunya


Aku bukanlah pengabulan dari doamu
di malam saat bintang jatuh
Tapi jika kau mau, aku dapat menjadi bintang
yang menerangi keindahanmu setiap malam


Aku takkan selalu bisa membahagiakan hati
Tak luput salah, mungkin ku juga menyakiti
Tapi jika kau ikhlas, cintaku takkan berbatas
Meski terkadang sakitimu, itu aku khilaf.."

 

by mantan pacar

Hanya Jika

IMG00286-20090821-0924

andai ku dapat memeluk mu kembali....
takkan pernah kulepas lagi dekapan ku dari mu..
bila ku dapat menggenggam tangan mu kembali..
takkan ku biarkan kau pergi lagi dari ku...


jika ku tahu kamu kan sejauh ini dari ku..
aku kan mengikuti kemana pun pergimu..
biar ku dapat terus menatap wajah mu..
melihat senyummu..
tertawa bersamamu..
lagi...


hanya andai...
hanya bila..
hanya jika..
aku bisa bersama mu..

LDR dan LDM

Apa itu LDR? Mungkin sudah banyak yang tahu ya LDR singkatan dari Long Distance Relationship atau biasa disebut hubungan jarak jauh.

Lalu, apa itu LDM? Long Distance Married. Emang ada istilah itu? Aku juga tidak tahu, hehe.. Hanya untuk membedakan saja dengan LDR yang aku sebut untuk hubungan masa pacaran atau pendekatan.

Siapa readers yang saat ini sedang menjalani atau pernah menjalani LDR dan LDM? Saya pernah, dan sedang menjalaninya.

Aku berhubungan dengan mantan pacar selama 4 tahun. Dan selama itu kami LDR-an. Dia sebenarnya rumahnya di Bogor, tapi kuliahnya di Jatinangor, Sumedang. Sedangkan aku kuliah di Bogor.

Selama 4 tahun itu, kita ketemu hanya satu bulan sekali saja. Sekitar 2-3 hari. Cukup? Ya lumayan untuk melepas sedikit rindu. Ehem. Paling jalan-jalan ke mall, makan, nonton, seperti biasa saja, malah sering juga nongkrong di kampus aja. Hehe.

Dan LDM, aku menjalaninya hampir 3 tahun. Masih sama seperti LDR, aku ketemu suami satu bulan sekali. Paling lama adalah 3 bulan baru ketemu, saat suami kerja di Palembang. Sekarang Alhamdulillah bisa ketemu seminggu sekali. :)

Berdasarkan pengalamanku hampir 7 tahun jauhan, aku ngerasain dampak positif dan negatifnya saat kita menjalani hubungan jarak jauh, baik saat pacaran atau sudah menikah.

Positifnya, tentu saja melatih kesabaran, juga bisa menambah kepuasan melepas rindu saat kembali. Nyes... gitu deh. ;p
Dan negatifnya adalah..... banyak. Tidak bisa bertemu sesuka hati saat dibutuhkan, cemburu, curiga, khawatir. Khawatir terjadi apa-apa, khawatir ngelirik cewe lain. Hehe..

Trus apalagi positif dan negatifnya? Ntah knapa aku lebih banyak ngerasain negatifnya. Kalau sudah kangen, atau lagi butuh suami di samping, bawaanya jadi marah-marah. Bahkan baca sms pun yang sebenarnya nada biasa tapi jadi terbacanya nada tinggi. Akhirnya malah menyebabkan kesalah pahaman.

Dan negatifnya jauhan adalah kesalah pahaman yang timbul itu bukannya terselesaikan dengan baik, malah jadinya melebar kemana-mana. Dan habya bisa.berakhir jika sudah bertemu langsung.

Hmm..adakah yang mengalaminya juga? Atau mungkin aku lebih banyak ngerasa negatifnya karena aku kurang dewasa ya.
Memang sih aku akui, aku belum bisa mengontrol emosiku sendiri. Aku juga belum bisa menekan egoku.

Alhamdulillah suamiku orangnya penyabar, dan baaaiiikkk. Dia sangat mengerti dan memahamiku luar dalam lebih dari diriku sendiri. Dia lebih banyak mengalah. Dia tahu caranya "menjinakkan" aku. :)

Sebenarnya udah gak kuat jauhan terus. Dan entah kenapa jauhan setelah menikah malah rasanya lebih berat daripada saat pacaran. Mungkin karena setelah menikah, mata kita harus benar-benar tertuju pada suami ya.. Kan kalau pacaran, masih bisa lirik sana lirik sini, pacar jauh cari perhatian dari yang deket. Asal gak ketahuan. Oups! ;D

Impianku saat belum menikah adalah, menjadi istri dan ibu yang baik untuk suami dan anakku. Setiap hari dirumah mengurus dan mendidik anak, masak untuk mereka, mengantar dan menanti suami pulang kerja. Gak muluk-muluk, dimanapun tinggalnya, aku hanya ingin ada disamping mereka. Semoga cepat terwujud. Amin.

Untuk suamiku: Ayah, semangat! Semoga kita bisa cepat kumpul ya.. :')

Kenapa Pindah Alamat?

Kenapa pindah alamat? Yups.. alamat blog ini awalnya berisi sinopsis drama korea, tapi sekarang saya alih fungsikan menjadi blog biasa.. kenapa?

Saya mau jujur nih readers, waktu itu saya dengan sengaja ganti alamat di setting blogger. Awalnya cuma coba-coba, bisa diganti gak ya? Akhirnya saya ganti dengan "berbagisinopsis", save, dan bisa! Oke.. ternyata bisa. Lalu saya ganti lagi ke "mumuzizi", harusnya bisa dong, kan tadi jg bisa.. tapiiii...gak bisa! Selalu gagal. Berkali-kali mencoba gagal lagi, dan lagi.

Huft..gimana ini? Mana udah banyak yang tahu dan banyak yang share link dari blog saya itu. Bingung.

Akhirnya saya putuskan untuk bikin blog baru dengan alamat yang lama. Bisa! Saya mau coba import isi blog lama ke alamat yang baru ini, tapi saya ingat pasang Google Adsense, yang akunnya ada disana, dan kalo di import, berarti mesti bikin baru. Mana belum diverifikasi.

Hmm.. yasudah saya putuskan blog sinopsis tetap dengan alamat yang baru yaitu berbagisinopsis.blogspot.com dan blog baru ini mumuzizi.blogspot.com saya gunakan untuk catatan saya saja. Karena dulu, awal saya bikin blog dengan nama saya adalah untuk menyalurkan pikiran-pikiran saya yang tidak bisa diutarakan langsung.

Oke, maka saya pun mengganti semua link yang ada di blog sinopsis. Hmm..lumayan memakan waktu yang lama. Tapi saya rasa alamat yang baru lebih cocok sama isinya. Dan blog ini, akan saya gunakan untuk tulisan-tulisan saya di luar sinopsis k-drama.

Untuk readers dan blogger lain yang sudah me-link dari alamat yang lama, saya mohon maaf sebesar-besarnya karena akan merepotkan dan menyita waktunya mengganti alamat.

Sekali lagi, mohon maaf dan terima kasih atas pengertiannya. :)